Catatan Ummu Ghifari

Kamis, 04 April 2019

Menu Hari Ini Sayur daun Trentem dan Pepes Udang terong😍


Sayur pedes manis daun trentem(basa Lombok Utara) ga tahu ya kalau bahasa Indonesia daun apa namanya😄

warna memang agak coklat butek dikit ya karena dicampur tolang komak 😁


Bahan-bahan

1 Ons biji komak

Daun trentem yang bikin tentrem idup🤣

1 batang sereh, memarkan

Daun kemangi

5 cm lengkuas, memarkan

2 lembar daun salam

1 sdt gula pasir

Secukupnya garam

Secukupnya air


Bumbu Halus :

4 siung bawang putih

6 siung bawang merah

8 buah cabe rawit

3 butir kemiri

terasi secukupnya


Langkah

Masak biji komak sampai empuk dan airnya tinggal dikit kemudian masukkan bumbu halus dan tambahkan air secukupnya sampai mendidih betul.
Kalau air sudah mendidih masukkan daun trentem yang bikin idup jadi tentrem😄sampai
matang ya

Tambah gula, garam koreksi rasa.
Matikan api kompor lalu taruhkan kemangi diatas sayur


Sajikan 👌

Menu ke-2



300 gram udang sedang, disisakan ekor

2 buah tomat, dipotong-potong

2 batang serai, diambil bagian putihnya, diiris

5 tangkai daun kemangi

10 buah terong bulat potong sedang

1/2 sendok teh garam

1/2 sendok teh gula pasir

1 sendok teh air asam jawa (1 sendok teh asam dan 1 sendok makan air)

daun pisang untuk membungkus

5 buah cabai merah besar

5 buah cabai merah keriting

8 butir bawang merah

4 siung bawang putih

4 butir kemiri, digoreng

1 cm kencur

1 cm jahe

Belajar Moto Pake HP




























Rabu, 03 April 2019

Manfaat Buah Kelor



1. Menurunkan Kadar gula

Membantu menurunkan kadar gula dalam tubuh sehingga cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes.

2. Sebagai Antioksidan

Biji kelor mengandung senyawa flavanoid dan vitamin C sehingga mampu mengurangi stres oksidatif dan meningkatkan kekebalan tubuh sehingga mampu menangkal serangan dari berbagai ancaman penyakit.

3. Kesehatan Jantung

Biji kelor juga dapat mencegah beberapa penyakit yang dapat membahayakan jantung, seperti menurunkan tekanan darah, kadar kolesterol, dan sebagainya.

4. Menjaga kesehatan hati

Biji kelor dapat meningkatkan kesehatan hati secara keseluruhan efek antioksidan didalamnya yang mampu melindungi hati dari kerusakan akibat radikal bebas.
Menurut The Journal of Food Science,  konsumsi biji kelor secara teratur mampu membantu memperbaiki kerusakan hati akibat penyakit hepatitis.

5. Obat alami tukak lambung dan maag
Di samping dapat mengatasi nyeri sendi, efek anti-inflamasi dalam biji kelor juga diketahui berkhasiat sebagai obat alami tukak lambung. Tukak lambung sendiri terjadi akibat terkikisnya lapisan pelindung dinding lambung, menyebabkan timbulnya nyeri perut yang luar biasa.

6. Obat sembelit dan menurunkan berat badan

Biji kelor juga dapat membantu Anda yang sedang mengalami sembelit atau susah buang air besar, karena mengandung serat. Selain itu, kandungan serat yang ada di dalam biji kelor juga bisa membantu Anda untuk mengurangi berat badan. Anda bisa mengonsumsi biji kelor secara rutin untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Selasa, 24 Juli 2018

Kangen yang membuncah..

Dia yang biasa sulit dibangunkan manakala waktu sekolah tiba, pagi itu tampak bergegas menuju ruangan kelasnya. Dengan setelan hem putih dan pantalon warna gelap, sepatu pantopel, serta peci hitam di kepalanya ia tampak tekun mengikuti pelajaran pertamanya.

Bangga dan sedih bercampur aduk melihat aktivitasnya pagi itu. Naluri seorang ibu yang selalu ingin berdekatan dengan sang anak benar-benar diuji.

Perpisahan dengan anak lelaki pertama sudah tidak bisa dielakkan lagi.

Pada saat jauh itulah baru kita sadar bahwa banyak tambatan di hati kita.
Ibarat lidah. Kita baru sadar punya lidah, disaat lidah kita sariawan.
Jauh itu sesungguhnya dekat. Bahkan tak berjarak, karena sesungguhnya ia selalu ada di hati kita, Buktinya adalah kita punya yg namanya rasa kangen

Jaga Lidah dan Hati


"Lidah itu lebih tajam dari pedang, bahkan pedang tertajam di dunia sekalipun karena lidah dapat melukai hati tanpa menyentuhnya…”

Sungguh betapa sakit dan perihnya hati kita saat tergores oleh tajamnya lidah.
Karena ujung lidah itu tak bertuan, bahkan lebih tajam dari ujung tombak. Sehingga luka akibat lidah lebih sulit untuk disembuhkan daripada luka akibat tombak.

Karena itu jagalah lidah kita dan berhati-hatilah dengannya. Ketahuilah selagi kita belum meluncurkan anak panah dari busur lidah, maka kita akan bisa menjaga dan mengendalikannya. .
Tetapi apabila sudah dilepaskan ,maka sekali-kali kita tidak akan bisa menjaga dan mengendalikannya.

~Keep cool and stay calm

Melepas sang mujahid pertama di pondok

Perpisahan dengan anak lelaki pertama itu seperti hilangnya separuh nyawa

Saya bisikkan di telinganya bahwa cinta kasih kepadanya jauh melebihi segala-galanya.

Semoga kelak linangan air mata ini bisa bertukar dengan senyuman bangga.
Lebih baik menangis sekarang daripada menangis menyesal kemudian

Tapi para ibu, ingatlah bahwa dulu ibundanya Imam Syafi'i pun merasakan hal yang sama. Hanya saja yang dilakukan beliau adalah bersabar demi ilmu din yang akan dituntut putranya.
Di malam sebelum Imam Syafi'i pergi untuk menuntut ilmu, sang ibu berdo'a dalam keheningan,

“Ya Allah, Rabb yang menguasai seluruh alam. Anakkku ini akan meninggalkanku untuk perjalanan jauh demi mencari ridha-Mu. Aku rela melepasnya untuk menuntut ilmu peninggalan Rasul-Mu. Maka hamba memohon kepadaMu ya Allah... mudahkanlah urusannya. Lindungilah ia, panjangkanlah umurnya agar aku bisa melihatnya nanti ketika ia pulang dengan dada yang penuh dengan ilmu-Mu.”

Beliau khusyu' mendoakan Imam Syafi'i hingga meneteskan air mata.

Dan tatkala Imam Syafi'i hendak pergi ke Madinah (kota yang akan menjadi tujuannya menuntut ilmu), sang Ibu melepasnya dengan motivasi dan harapan, beliau meyakinkan putranya bahwa Allah akan memberinya kemudahan.

“Pergilah anakku,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca,

“Allah bersamamu. Insya Allah engkau akan menjadi bintang paling gemerlap di kemudian hari. Pergilah... ibu telah ridha melepasmu. Ingatlah bahwa Allah adalah sebaik-baik penolong”.

Jumat, 31 Juli 2015

Sama seperti hari-hari biasanya, aku bangun pagi-pagi sekali. Menemani sang embun menanti kedatangan mentari pagi. hm...mentari pagi memang sangat menyenangkan untuk ditunggu.

Maha Suci Allah yang masih memberikanku kesempatan merasakan nikmatnya menghirup segarnya udara subuh hari ini, yang masih memberikanku kesempatan untuk memperbaiki diri, yang masih memberikanku kenikmatan atas nikmat sehat, iman dan islam yang aku berharap untuk selalu ditetapkan hingga nyawa meninggalkan badan.


23 Juli 2015..hari ini menjadi begitu bermakna bagiku....Sebuah hari dimana dulu saya pernah dilahirkan. 
Pagi ini aku terbangun dengan penuh kesyukuran. Bersyukur masih diberikan kesempatan untuk menghidupkan sepertiga malam, 'bercengkrama' dengan Sang Pemilik jiwaku.

Alhamdulillah,,,,
 38 Tahun yang lalu ketika pertama kalinya aku melihat dunia. Tanpa terasa sekarang telah sampai usiaku dalam kedewasaan. Ya Allah, kini aku sudah dewasa, mencoba mengais hidup, mencoba menerjang hidup, jadikanlah aku menjadi khusuk dan tawadhu dalam menerima hikmah dan berkahMu.
Rabb...Hari ini bertambah usia dalam hitunganku dan berkurang pula usiaku dalam hitunganMu.

Tidak terasa.....
Hari demi hari terus berganti...
Minggu ke minggu terasa singkat sekali,...
Bulan pun kian berganti bulan,
Tahun berganti tahun,,
Rabb....
Singkat sekali rasanya...
38 Tahun,,,,,Ya Allah terima kasih sudah menambah umurku satu tahun lagi, ntah berapa umur lagi yang nanti Engkau berikan kepada hambaMu ini, tapi yang ku mohon berikan kesempatan untuk berbuat terbaik dalam menjalani episode kehidupan ini.
Ya Allah,, terima kasih untuk setahun yang luar biasa yang Engkau berikan kepadaku, Terima kasih untuk jalan yang Engkau lapangkan, dan segala kemudahan yang Engkau berikan.
Rabb, Terima kasih untuk pelajaran yang Kau berikan, bahwa semua akan indah pada waktunya. Engkau bukakan mataku, bahwa walaupun sering ku rasa pahit dan perih, rancanganmu selalu yang terbaik dan indah.
Rabb..setahun ini aku banyak belajar tentang hidup. Belajar bahwa semua yang ada di dunia ini hanya milikMu semata. Semuanya bisa Kau ambil kapan saja dan Kau gantikan dengan kehendakMu. Ya Allah, ajarkan padaku agar tidak meminta kembali apa yang hilang, tapi ajarkan padaku untuk percaya bahwa apa yang Engkau berikan adalah yang terbaik.

Kupasrahkan setiap tarikan nafasku, setiap langkahku hanya kepadaMu sekarang dan selamanya.
Semoga hari ini menjadi sebuah optimisme baru,
Diambang batas hari ini, saya memasuki usia 38 tahun. Usia dewasa. ^_________^

Make a wish......






Dihari ulang tahunku ini, aku ingin mengirim doa untuk sepasang bidadariku. Ayah dan Ibu yang sangat aku sayangi. Dan juga buat kedua malaikat kecilku serta keluargaku semua.
Ya Allah,,berikan kesehatan, perlindungan dan cintaMu untuk mereka. Dalam setiap pinta dan doaku, berharap agar aku bisa menjadi anak yang dapat mereka banggakan. Aamiin.

Ya Allah,,,,,
Panjangkanlah usiaku agar aku dapat hidup dan menjadi bermanfaat bagi ummatMu yang lain.

Ya Allah,,,,
Jadikanlah aku termasuk ke dalam hambaMu yang senantiasa bersyukur terhadap rezeki dan anugrah yang Engkau berikan.

Ya Allah,,,,
Jadikanlah sisa hidupku sebagai kebahagiaan.

Bismillah,,,kembali ku azzamkan dalam tekadku untuk menjadi pemenang dalam kehidupanku. Akan kukobarkan semangat dalam jiwaku untuk menjadi yang terbaik untuk agamaku, keluargaku dan orang-orang yang aku cintai dan mencintaiku karena Allah.

Semoga aku bisa memanfaatkan sisa umurku dengan seoptimal mungkin dengan kebaikan-kebaikan dalam berbagai bentuk. Rabb dengan penuh harap aku memohon semoga Engkau meridhoi setiap hembusan nafasku, detakan nadi dan jantungku, desir rasaku, kejapan mataku, langkah kakiku dan setiap tindakan dari setiap komponen penyusun aku dan tubuhku.


Keep Smile...Keep Hamasah...
Allah is always be inside of you.




*Terima kasih untuk semuanya atas doa dan ucapan yang diberikan, Semoga doa-doa nya diijabah oleh Allah SWT, tidak hanya untuk saya, tetapi kepada semua yang telah mengucapkan kata-kata indah hari ini..
Sukses untuk semuanya..^__________^

                                                                                         Gondang, 23 Juli 2015

                                                                                          Dengan penuh syukur