Kini seiring dengan berjalannya waktu
seperti air mengalir...
sesosok wajah yang dulu begitu asing yang sering mengusikku
kini kembali hadir bahkan tambah mengusikku...
namamu kembali menghiasi benakku
Entahlah kemarau panjang dalam hatiku terasa disirami hujan
luka yang tertoreh dihatiku berangsur-angsur terobati
dengan balutan senyummu
Hujan itu telah datang mencurahkan keberkahan
ada senyummu yang dulu beku kini mulai mencair
rasa angkuhmu yang kurasa kini berubah kasih
senyum cairmu kini dapat kutangkap maknanya
kasihmu yang beku kini dapat kurasakan
senyummu dulu sejuta makna
kini senyummu hanya satu makna
senyumlah hanya untukku...
ternyata tanpa kusadari...
kasih yang terpilih...
Kau pelipur laraku
obat luka yang pedih
moga kehadiranmu memberi arti
pada hidupku selamanya
Kupinta darimu kau dapat mengerti aku
laraku dapat kau baca
lukaku dapat kau balut
rengkuh aku dalam peluk jiwamu
dekat dan lekatkan aku pada hatimu
dekaplah pada dada batinmu
hingga hatiku hatimu menyatu padu
pada satu asa...asa kita
Karena tangisan kalbuku...dapat kau baca..
Memori September 2003
Tidak ada komentar:
Posting Komentar